Tes fungsi hati bisa membantu mengevaluasi kesehatan hati dan mengindikasi
kemungkinan penyakit lain seperti malnutrisi ataupun penyakit tulang. Pada
umumnya, tes fungsi hati termasuk dalam kelompok tes darah yang bertujuan untuk
mengukur enzim atau protein tertentu dalam darah. Tes ini dapat membantu
mendeteksi, mengevaluasi, dan memonitor penyakit atau kerusakan hati.
Peningkatan atau penurunan kadar protein dan enzim tertentu dalam darah di luar
kadar normal mengindikasikan adanya masalah di hati.
Ada berbagai alasan untuk melakukan tes fungsi hati, di antaranya membantu
kita mendapatkan gambaran kemungkinan terpapar oleh virus hati yang disebut
hepatitis. Tes ini juga bisa membantu memonitor progresi penyakit virus atau
hepatitis alkoholik dan mengetahui keberhasilan pengobatan. Selain itu, tes
fungsi hati bisa juga dipakai untuk mengukur beratnya penyakit serta
kemungkinan terjadinya cirrhosis.
BEBERAPA TEST FUNGSI HATI YANG UMUM:
Alanine Tranaminase (ALT) / serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT)
Ini merupakan enzim yang ditemukan terutama di dalam sel hati. ALT dapat
membantu metabolisme protein dalam tubuh. Dalam kondisi normal, kadar ALT di
dalam darah adalah rendah. Sebaliknya, tingginya kadar ALT mengindikasikan
adanya kerusakan hati.Tingkat normalnya adalah di bawah 48 IU / L.
Aspartate Transaminase (AST) / serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT)
AST (SGOT) normalnya ditemukan dalam suatu keanekaragaman dari jaringan termasuk hati, jantung, otot, ginjal, dan otak. Ia dilepaskan kedalam serum ketika satu saja dari jaringan-jaringan ini rusak. Contohnya, tingkatnya didalam serum naik dengan serangan-serangan jantung dan dengan kelainan-kelainan otot. Ia oleh karenanya bukan suatu indikator yang sangat spesifik dari luka hati.
AST
tersebut ditemukan dengan kadar yang tinggi di dalam darah, ini mengindikasikan
adanya kerusakan atau penyakit hati.
Alkaline Phosphatase (ALP)
Enzim ALP ditemukan dalam konsentrasi yang tinggi di hati, saluran emmpedu,
dan beberapa jaringan lainnya. Peningkatan kadar ALP mengindikasikan adanya
kerusakan atau penyakit hati, terutama bila terjadi sumbatan di saluran empedu.
Albumin dan Total Protein
Kadar Albumin (protein yang dibuat di hati) dan protein total menunjukkan
baiknya kemampuan hati memproduksi protein untuk kebutuhan tubuh memerangi
infeksi dan menjaga fungsi lainnya. Berkurangnya kadar dari nilai normal
mengindikasikan adanya kerusakan atau penyakit hati.
Bilirubin
Bilirubin dihasilkan oleh pemecahan hemoglobin di dalam hati. Bilirubin
dikeluarkan melalui empedu dan dibuang melalui feses. Peningkatan kadar
bilirubin menunjukkan adanya penyakit hati atau saluran empedu.
PEMERIKSAAN TAMBAHAN:
Gamma-glutamyltransferase (GGT)
Peningkatan kadar enzim GGT dalam darah mengindikasikan adanya kerusakan
hati atau saluran empedu.
L-lactate Dehydrogenase (LDH)
LDH adalah enzim yang ditemukan di berbagai jaringan tubuh, termasuk hati.
Peningkatan kadar LDH mungkin mengindikasikan adanya kerusakan hati.
Prothrombin Time (PT)
Tes ini dipakai untuk mengukur waktu bekuan plasma. Peningkatan PT mungkin
mengindikasikan adanya kerusakan hati.
NILAI NORMAL UNTUK BEBERAPA TIPE PEMERIKSAAN HATI
ALT. 7 - 55 unit per liter (U/L)
AST. 8 - 48 U/L
ALP. 45 - 115 U/L
Albumin. 3,5 - 5,0 gram per desiliter 9g/dL)
Total Protein 6,3 - 7,9 g/dL
Bilirubin 0,1 - 1,0 mg/dL
GGT 0 - 30 U/L
LDH 122 - 222 micromole per liter (mcmol/L)
PT. 10,9 - 12,5 detik
Nilai tersebut berlaku untuk pria dewasa. Sedangkan untuk wanita dan
anak-anak, akan terdapat sedikit perbedaan. Nilai normal diatas juga dapat
berbeda antara laboratorium satu dengan yang lainnya. Hal ini disebabkan oleh
perbedaan metode pemeriksaan yang dipakai. Beberapa obat-obatan ataupun makanan
tertentu juga dapat mempengaruhi hasil tes.
dr. Bing
Widjaja, Sp. PK (K)-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar